Candi Kidal MalangCandi Kidal merupakan salah satu candi yang berasal dari era Kerajaan Singasari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Raja ke-2 Singasari yakni Anusapati. Anusapati memerintah Singasari pada tahun 1227-1248. Anusapati meninggal karena dibunuh oleh Tohjaya akibat perebutan kekuasaan sebagai raja. Konon, hal ini merupakan lanjutan dari kutukan Mpu Gandring yang akan menimpa keluarga dan keturunan Ken Arok.

Lokasi Candi Kidal terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini bisa disebut sebagai candi pemujaan tertua di Jawa Timur jika dibandingkan pada masa Airlangga yang memerintah pada abad 11-12 Masehi dari Kerajaan Kahuripan dan raja-raja Kerajaan Kediri abad 12-13 Masehi yang hanya meninggalkan Candi Belahan dan Jalatunda yang hanya berfungsi sebagai petirtaan.

Bangunan Candi Kidal terbuat dari batuan andesit dan memiliki dimensi geometris vertikal. Pada kaki candi nampak agak tinggi dengan tangga masuk ke atas kecil-kecil seolah-olah bukan tangga masuk sesungguhnya. Badan candi berbentuk lebih kecil dibandingkan luas kaki serta atap candi sehingga menimbulkan kesan ramping. Pada kaki dan tubuh candi terdapat relief medallion serta sabuk yang melingkari badan candi.

Atap candi terdiri atas 3 tingkat yang makin keatas makin kecil dengan bagian paling atas mempunyai permukaan cukup luas tanpa hiasan atap seperti ratna (ciri candi Hindu) atau stupa (ciri candi Budha). Masing-masing tingkat memiliki ruang agak luas sebagai tempat hiasan. Konon, zaman dahulu tiap pojok tingkatan atap tersebut disungging dengan berlian kecil.

Relief Kala di Candi Kidal Malang

Relief Kala di Candi Kidal Malang

Pada bangunan Candi Kidal terdapat kepala kala yang terletak di atas pintu masuk dan bilik-bilik candi. Kala, merupakan salah satu aspek Dewa Siwa dan sering dikenal sebagai penjaga bangunan suci.

Hiasan kepala kala nampak menyeramkan dengan matanya yang melotot, mulutnya terbuka dan kelihatan dua taringnya yang besar dan bengkok. Taring tersebut juga ciri khas candi yang bercorak Jawa Timuran. Di sudut kiri dan kanan Kala, terdapat jari tangan dengan sikap seolah-olah mengancam. Dengan demikian, Kala layak disebut sebagai penjaga bangunan suci candi.

Relief pada Candi Kidal memuat cerita Garudeya, cerita mitologi Hindu. Cerita ini sangat popular bagi masyarakat Jawa dahulu sebagai cerita moral tentang pembebasan atau ruwatan Kesusastraan Jawa kuno berbentuk kakawin tersebut, mengisahkan tentang perjalanan Garuda dalam membebaskan ibunya dari perbudakan dengan penebusan air suci amerta.

Relief II Garuda mengambil tirta amerta

Relief II Garuda mengambil tirta amerta

Relief I: Garuda melayani para ular

Relief I: Garuda melayani para ular

Narasi cerita Garudeya dipahatkan dalam 3 relief dan masing-masing terletak pada bagian tengah sisi-sisi kaki candi kecuali pada pintu masuk. Membaca ceritanya dengan berjalan berlawanan arah jarum jam dimulai dari sisi sebelah selatan atau sisi sebelah kanan tangga masuk candi.

Pada relief pertama menggambarkan Garuda dibawah 3 ekor ular, relief kedua melukiskan Garuda dengan kendi di atas kepalanya, dan relief ketiga Garuda menggendong seorang wanita. Di antara ketiga relief tersebut, relief kedua yang sampai saat ini masih utuh.

Relief III Garuda menyelamatkan ibunya

Relief III Garuda menyelamatkan ibunya

Tak berbeda dengan kebanyakan candi pada umumnya, lokasi Candi Kidal ini juga berada di sebuah area taman yang rapi. Candi Kidal selesai dipugar pada tahun 1990-an. Dilihat dari usianya, candi ini dipercaya sebagai candi tertua dari peninggalan candi-candi periode Jawa Timur pasca era Airlangga dan Kediri.

Nah, jika traveler ingin mengunjungi tempat ini dan membutuhkan sarana transportasi, silahkan hubungi kami. Utrip Transpot Malang siap melayani sewa mobil bagi Anda.

Selamat berwisata.