Gunung Kawi yang terletak di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur sering dihubungkan dengan mitos pesugihan. Menurut ceritanya, siapa saja yang melakukan semedi dengan penuh kepasrahan maka hajatnya akan terkabul lebih-lebih dalam urusan kekayaan.

Gerbang Gunung Kawi

Wisata Ziarah Gunung Kawi

Jalur akses menuju Gunung Kawi cukup mudah dijangkau, baik itu dari arah Blitar maupun dari Malang. Jarak tempuh dari jalan raya Malang-Blitar menuju Gunung Kawi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kemudian wisatawan akan sampai di loket masuk Pasarean Gunung Kawi. Tiket masuk ke pasarean ini sebesar Rp. 3.000,-.

Di Gunung Kawi terdapat tempat pemujaan yang sering dikunjungi yaitu pohon beringin tua yang berakar lima dan pohon dewandaru. Di tempat ini juga dikenal dengan wisata ziarah. Terdapat dua makam yang sudah terkenal sejak lama yakni makam Mbah Jugo dan makam Raden Mas Iman Soedjono.

Kisah Mbah Jugo dan Mbah Suko

Mbah Jugo memiliki nama sebenarnya yakni Raden Mas Soeryo Koesoemo. Mbah Jugo dikenal sebagai salah satu panglima perang pasukan Pangeran Diponegoro. Ketika Pangeran Diponegoro sedang terdesak hingga akhirnya di tangkap Belanda, beberapa panglimanya melarikan diri ke berbagai daerah, termasuk Mbah Jugo dan Mbah Sujo.

Berdasarkan silsilahnya, Mbah Jugo merupakan buyut dari Susuhunan Paku Buwono 1, sedangkan Raden Imam Soedjono buyut dari Sultan Hamengku Buwono I. Mbah Jugo adalah seorang ulama yang mengembara dari Yogyakarta hingga akhirnya berlabuh di Desa Kesamben. Beliau adalah orang yang suka menolong dan cerdas di bidang keagamaan sehingga sangat disukai dan disegani masyarakat di sekitar Kesamben.

Ada salah satu kisah yang menceritakan bahwa selepas mengasingkan diri, Mbah Jugo dan Mbah Sujo tak lagi berperang. Perjuangan mereka diarahkan melalui jalur pendidikan. Mereka mengajarkan spiritual, bercocok tanam, pengobatan,dan keterampilan lainnya yang dianggap bermanfaat bagi warga sekitar.

Apa yang beliau lakukan mendapatkan sambutan baik dari masyarakat hingga akhirnya menjadi sosok yang dihargai. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya orang yang datang belajar di padepokan yang mereka dirikan.

Untuk Raden Mas Iman Soedjono adalah seorang yang membuka hutan di Gunung kawi untuk mendirikan padepokan. Beliau juga murid kesayangan Mbah Jugo.

Makam Mbah Jugo dan Mbah Sujo

Makam Mbah Jugo dan Mbah Sujo

Mbah Jugo meninggal pada 22 Januari 1871 dan Mbah Sujo meninggal pada 8 Februari 1876. Setiap tahunnya, para murid dan keturunannya melakukan peringatan kepada beliau dengan ziarah ke makamnya untuk penghormatan atas jasa-jasanya. Selain ziarah, setiap malam jumat legi dan tanggal 1 suro, di makam beliau berdua diadakan acara tahlil dan upacara ritual lainnya.

Kisah Pohon Dewandaru

Pohon Dewandaru yang terdapat di area makam Gunung Kawi sering dikenal sebagai pohon keramat karena dianggap dapat mendatangkan keberuntungan. Rumornya, siapa yang mendapat atau kejatuhan daun, ranting atau buah diyakini akan mendapat berkah.

Dari bentuknya, pohon ini mirip pohon ceremai, yang diduga berasal dari Cina. Mbah Jugo dan Mbah Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang bahwa daerah ini aman.

Untuk mendapat keberuntungan dari pohon Dewandaru ini, para peziarah banyak yang menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Jika ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Dan untuk mendapatkannya dibutuhkan kesabaran. Hitungannya bisa berjam-jam, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Bila hajat mereka terkabul, para peziarah akan mengunjungi tempat ini lagi untuk mengadakan syukuran.
Selain kedua makam dan pohon dewandaru yang jadi obyek wisata ziarah di sini, ada beberapa tempat lainya yang juga dianggap memiliki hawa magis dan menarik untuk dikunjungi. Diantaranya adalah

1. Guci Kuno
Dua buah guci kuno yang diletakan di samping kiri pasarean merupakan peninggalan Mbah Djoego. Dulunya guci tersebut digunakan untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Saat ini masyarakat menyebutnya dengan nama janjam, dan mereka meyakini jika meminum air dari guci tersebut dapat membuat awet muda.

2. Padepokan Raden Mas Iman Soedjono
Ditempat ini ada beberapa benda peninggalan miliki Mbah Jugo yang dikeramatkan. Benda-benda tersebut antara lain, bantal dan guling berbahan batang pohon kelapa serta sebuah tombak pusaka.

Nah, bagaimana traveler? Tertarik berkunjung ke sini? Jika Anda membutuhkan jasa transportasi dan guide ke Gunung Kawi, silahkan hubungi Utrip Transport. Kami akan membantu Anda untuk wisata sejarah ke tempat ini.