wisata pantai ngliyep malangBerwisata ke pantai merupakan destinasi favorit bagi banyak traveler. Apalagi jika pantai yang dikunjungi memiliki hamparan pasir putih yang halus dan luas, angin yang bertiup sepoi-sepoi, dan landscape laut biru yang indah. Pastinya traveler tak akan mudah beranjak dari tempat tersebut.

Jika Anda sedang berwisata ke Malang dan ingin mengunjungi pantai yang memiliki karakter seperti di atas, cobalah kunjungi Pantai Ngliyep. Lokasi Pantai Ngliyep terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai ini sering menjadi tujuan wisata karena memiliki banyak fasilitas yang sudah mumpuni seperti tempat parkir, mushola, dan penginapan. Begitu juga dengan akses jalan menuju Ngliyep yang sudah teraspal dengan baik.

Kenapa Disebut Pantai Ngliyep ?
Pada era tahun 1980-an, Pantai Ngliyep sudah menjadi destinasi wisata favorit di Malang bahkan di Jawa Timur. Konon salah seorang perantauan asal Yogyakarta bernama Mbah Atun menemukan pantai ini pada tahun 1919. Kemudian pada tahun 1951 pantai ini diresmikan sebagai tujuan wisata.
Penggunaan nama Ngliyep sebenarnya berasal dari bahasa Jawa yakni liyep-liyep. Hal ini karena dilihat dari suasana pantai Ngliyep yang memiliki hamparan pasir putih yang lembut dan area bermain yang luas dengan ditumbuhi pepohonan yang rindang. Deburan ombaknya pun sangat menarik untuk dinikmati. Karena itu dinamakan Ngliyep yang artinya orang yang melihat dan berkunjung ke pantai ini akan merasa ngantuk dan tertidur (bahasa Jawa: liyep-liyep).

Keindahan Pantai Ngliyep
Di Pantai Ngliyep, traveler bisa menemukan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing yang curam dan hutan lindung yang berada di sekitar pantai. Hamparan pasir putih yang masih alami dan juga deburan ombak yang bermain di sela-sela tebing membuat pantai ini memiliki keindahan yang seakan tiada bandingannya. Hal yang membuat pantai Ngliyep berbeda dari pantai lainnya adalah pantai ini memiliki tebing yang besar sehingga ketika sore hari dan menjelang matahari terbenam atau sunset akan nampak pemandangan yang sangat eksotis dengan bayangan tebing yang memukau mata kita.

Tak jauh dari Pantai Ngliyep tepatnya di sebelah kiri, traveler bisa menemukan sebuah teluk dengan pemandangan yang indah yaitu Teluk Putri. Untuk menuju ke sana, Anda harus berjalan ke sisi kiri kemudian naik ke bukit yang tak terlalu tinggi. Disebut dengan Teluk Putri, karena di teluk ini memiliki lapisan pasir putih yang bersih dan halus lembut seperti kulit seorang putri. Walupun hamparan pasirnya tidak luas, namun cukup nyaman untuk tempat menyepi. Wisatawan harus waspada saat berada di tempat ini karena gelombang ombak yang datang bisa cukup besar sehingga dapat membahayakan jika Anda tidak hati-hati.

Upacara Labuhan
Setiap tahun pada bulan Maulud penanggalan Jawa, tepatnya tanggal 15 Maulud, di Pantai Ngliyep diadakan upacara tradisional Jawa, yaitu Labuhan. Upacara Labuhan adalah melarung sesaji di laut sebagai tanda rasa syukur dan memanjatkan doa-doa mohon kesejahteraan agar dijauhkan dari segala bencana dan bahaya.

upacara labuhan ngliyep

Upacara Labuhan Ngliyep (foto donomulyo.malangkab.go.id)

Konon, sesaji tersebut ditujukan bagi Nyai Roro Kidul, sang Ratu Penguasa Laut Selatan. Menurut ceritanya, upacara Labuhan ini pertama kali dilakukan untuk menanggulangi wabah penyakit yang melanda penduduk desa setempat. Dalam istilah Jawa hal ini disebut dengan Pagebluk. Pagebluk di Desa Kedungsalam pernah terjadi tahun 1913 dan seorang sesepuh desa bernama Mbah Atun pernah bermimpi agar melaksanakan upacara Labuhan di pantai untuk mengusir pagebluk tersebut.

Pada upacara Labuhan, dilarung pula kepala kambing/sapi sebagai sesaji. Upacara yang dilakukan penduduk desa itu diiringi dengan kesenian Reog sepanjang jalan menuju pantai. Iringan-iringan warga yang mengenakan baju tradisional Jawa dan membawa sesaji itu berjalan menuju Gunung Kombang yang berjarak 300 meter dari bibir pantai. Menurut legenda masyarakat setempat, Gunung Kombang adalah tempat ritual mistis untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul. Dengan melakukan ritual di tempat ini, banyak yang berkeyakinan bahwa harapan akan terkabul.

Upacara ini merupakan kewajiban bagi penduduk desa Pantai Ngliyep agar pantai tetap aman dari bencana dan wabah penyakit. Wisatawan yang berkunjung dan bertepatan dengan acara ini juga harus mengikuti upacara dan tidak boleh membuat gaduh agar ritual tersebut dapata berlangsung dengan lancar.

Akses ke Pantai Ngliyep
Jika traveler berangkat menuju Pantai Ngliyep dari Kota Malang, traveler bisa naik angkutan umum dari Gadang untuk jalur GN1 yakni jalur Gadang-Ngliyep via Donomulyo atau bisa juga dari jalur GN2, yakni jalur Gadang-Ngliyep via Sumbermanjing Kulon dan Pagak. Namun kebanyakan wisatawan yang ke Pantai Ngliyep umumnya melalui jalur Kepanjen kemudian ke Pagak lalu ke arah Donomulyo. Dari arah tersebut traveler bisa langsung menuju Desa Kedungsalam hingga sampai ke Pantai Ngliyep. Dan jika Anda tak mau ribet dengan naik angkutan umum, tenang saja kami bisa menyediakan sarana kendaraan untuk wisata Anda. Anda bisa menyewa mobil avanza atau innova, elf, maupun hiace commuter sesuai kebutuhan Anda. Cukup hubungi Utrip Transport, dan dengan senang hati kami melayani Anda.